0291 - 591137

admin@smkn2jpr.sch.id

Today :

Desain dan Produksi Busana

Konsentrasi Keahlian Desain dan Produksi Busana (sering disebut Tata Busana) adalah Program pendidikan yang mengajarkan seni dan teknik merancang, membuat pola, hingga memproduksi pakaian. Siswa mempelajari teori mode, eksplorasi tekstil, dan kewirausahaan untuk menjadi tenaga profesional atau wirausahawan di industri fesyen.

Berikut adalah inti dari program keahlian ini:

  • Materi Pembelajaran: Meliputi pengembangan konsep desain (manual maupun digital), pembuatan pola dasar dan pecah pola, teknik menjahit tingkat lanjut, hingga dekorasi tekstil dan busana.
  • Keahlian Utama: Selain kemampuan artistik, siswa dibekali pemahaman teknis material kain, tren fesyen global, hingga manajemen produksi garmen.
  • Prospek Karier: Lulusan dipersiapkan untuk bekerja sebagai desainer fesyen, pembuat pola, operator industri garmen, stylist, atau membuka butik dan usaha konveksi mandiri.

Konsentrasi Keahlian DPB atau Desain dan Produksi Busana
adalah program keahlian di tingkat SMK yang berfokus pada pengembangan keterampilan dalam mendesain, memproduksi, dan mengelola busana. Jurusan ini membekali siswa dengan pengetahuan dan praktik dalam desain busana, pembuatan pola, teknik menjahit, serta pemahaman tentang tren mode dan industri fashion. 

Profil Jurusan DPB:

Fokus:
Jurusan DPB menekankan pada pengajaran keterampilan teknis dan kreatif dalam bidang fashion, meliputi desain, pola, produksi busana, dan pengetahuan tentang tren fashion. 

Pembelajaran:
Siswa akan belajar tentang pengembangan konsep desain, pembuatan pola, teknik menjahit, pemilihan bahan, serta berbagai jenis hiasan busana. 

Peluang Karir:
Lulusan DPB memiliki beragam peluang karir di industri fashion, seperti desainer busana, penjahit profesional, teknisi produksi, stylist, fashion merchandiser, atau bahkan memulai usaha sendiri di bidang fashion. 

Sarana dan Prasarana:
Jurusan DPB biasanya dilengkapi dengan fasilitas seperti laboratorium komputer, laboratorium menjahit dengan berbagai jenis mesin jahit, dan peralatan pendukung lainnya sesuai standar industri. 

Pembelajaran Berbasis TEFA:
Beberapa sekolah menerapkan model pembelajaran TEFA (Teaching Factory) di mana siswa memproduksi berbagai jenis busana, seperti wearpack, blus, atau kemeja, untuk melatih keterampilan produksi mereka.